Misteri Menarik Pinangan Facebook Atas WhatsApp
Facebook, Lainnya

Misteri Menarik Pinangan Facebook Atas WhatsApp

0 39

Misteri Menarik Pinangan Facebook Atas WhatsApp – Beberapa hari sesudah event valentine, tepatnya tanggal 19 Februari 2014 lalu, WhatsApp pada akhirnya resmi “dipinang” Facebook dengan mahar USD 19 miliar. Angka fantastis tersebut jadikan hubungan kerja akuisisi ini terdaftar sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan dalam ranah dunia on-line, akuisisi tersebut nyatanya menaruh banyak cerita unik dan menarik dalam prosesnya.

Segelintir kisahnya diantaranya tidak banyak yang tahu bahwa nyatanya perlu 2 tahun lamanya Facebook “PDKT” sampai WhatsApp ingin menyepakati hubungan kerja ini. Tidak cuma itu, beritanya juga ada perseteruan “cinta sisi tiga” pada Facebook – WhatsApp – Google sepanjang proses negoisasinya.

Untuk anda yang ingin mengetahui selanjutnya kisahnya, berikut ini kami hadirkan beberapa kenyataan menarik di balik hubungan kerja akuisisi pada Facebook dan WhatsApp yang telah mengambil perhatian dunia maya.
Perlu 2 tahun Facebook Luluhkan Hati WhatsApp

Bila anda pikirkan WhatsApp demikian saja tertarik dengan miliaran dolar yang di tawarkan oleh Facebook, kenyataannya anda salah besar. Nyatanya proses hubungan kerja ini sudah melalui waktu yang sangat panjang bahkan sampai meraih waktu 2 tahun lamanya.

Narasi di balik jalinan Facebook –WhatsApp dimulai pada saat musim semi tahun 2012 silam. Pada waktu itu, pendiri Facebook, Mark Zuckerberg sudah bisa melihat potensi dari WhatsApp yang saat itu masih jadi startup berkembang. Tidak ingin melupakan peluang yang ada, Mark Zuckerberg segera menghubungi CEO WhatsApp, Jan Koum dan menyebutkan ingin bertemu secara pribadi.

Jadilah ke-2 eksekutif tersebut bertemu di Los Altos, California, AS. Pertemuan tersebut berjalan hangat, mereka minum kopi berdua dan mengulas hal hal umum. Mark belum mengungkapkan kemauan pinangannya tersebut. Barulah sesudah “kencan” pertama itu, ke-2 belah pihak mulai serius mengulas masalah usaha.

Waktu berjalan dan Facebook masih terus merayu WhatsApp supaya bersedia untuk disadarisisi bahkan dengan mahar yang termasuk cukuplah besar pada waktu itu. Tetapi dengan berbagai argumen dan pertimbangan, CEO WhatsApp masih belum bersedia terima tawaran tersebut. Pada waktu itu, Koum masih ingin membawa WhatsApp mencapai keberhasilan melalui jalur berdiri sendiri.

Tetapi dengan seluruhnya perjuangan sepanjang lebih dari 2 tahun lamanya, barulah pada tanggal 9 Februari 2014 lalu, Mark mengundang Koum untuk makan malam sekalian ajukan tawaran (lagi) pada pejabat WhatsApp tersebut. Dan pucuk dicinta ulam juga tiba, dengan beberapa perjanjian tambahan pada akhirnya usaha Mark untuk mendapatkan perusahaan mobile messaging popular tersebut memetik hasil manis.

Kenyataan menarik lain yang tersingkap adalah bahwa hubungan kerja akuisisi ini adalah proses yang berbeda dengan akuisisi biasanya. Nanti WhatsApp akan terus jadi perusahaan mandiri di bawah naungan Facebook, dan CEO WhatsApp, Jan Koum akan dimasukkan sebagai salah satu direksi paling utama Facebook. Beberapa pihak menyebutkan hal tersebutlah yang jadikan pada akhirnya Koum ingin menyepakati hubungan kerja ini.

situs taruhan sepakbola dan casino

situs taruhan sepakbola dan casino

Pendiri WhatsApp Pernah Tidak Diterima Facebook

Dibalik akusisi fantastis tersebut juga tersingkap kenyataan bahwa, salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton sesungguhnya pernah tidak diterima saat ingin masuk ke deretan Facebook.

Cerita menarik tersebut berlangsung para tahun 2009 silam. Pada waktu itu Brian Acton barusan keluar dari Yahoo dengan argumen ingin meningkatkan diri. Acton yang merasa sudah cukup mempunyai modalpun melihat Facebook sebagai salah satu maksud karier yang paling pas baginya saat itu. Tidak lama sesudah resign ia segera coba melamar masuk ke Facebook.

Pada waktu itu, Facebook terbilang sedang mulai menanjak menuju puncak kariernya. Dan nyatanya Acton di rasa masih belum layak jadi bagian dari Facebook pada saat itu. Tetapi penolakan Facebook tersebut tidak lalu membuatnya putus harapan, ia malah merasa tertantang untuk terus maju. Acton pernah menuliskan Tweet perihal kegagalannya tersebut, “Facebook menampikku. Ini adalah peluang besar bisa berhubungan dengan beberapa orang yang fantastis. Menunggu untuk petualangan kehidupan selanjutnya, ” katanya.

Hikmah juga datang, ia bertemu dengan Jan Koum yang juga keduanya sama bekas pekerja Yahoo. Jadilah mereka mulai meningkatkan mobile messaging WhatsApp. Di luar sangkaan usaha keduanya berbuah hasil keberhasilan besar. Bahkan saat ini semuanya berbalik, Facebook saat ini malah “mengejar” sinyal tangan pendiri WhatsApp tersebut. Misal saja dahulu Facebook terima Brian Acton mungkin saja ceritanya akan berbeda.
Cinta Segitiga Facebook – WhatsApp – Google

Dalam cerita cinta yang romantis selalu ada pihak ketiga yang jadikan cerita tersebut semakin menarik. Dan dalam jalinan Facebook- WhatsApp, Google lah yang memainkan peran tokoh kameo tersebut. Perusahaan mesin pencari no. 1 didunia ini memanglah juga menyimpan hati pada WhatsApp mulai sejak lama.

Sebelumnya Google pernah tawarkan hubungan kerja dengan nilai USD 10 miliar dolar, tetapi itu sudah lama mulai sejak Facebook pertama kalinya tertarik beli WhatsApp. Dan diberitakan sesungguhnya Google berani bayar lebih mahal daripada Facebook yang “hanya” memberikan USD 19 miliar tersebut. Tetapi tawaran tersebut kenyataannya tidak diterima oleh WhatsApp.

Diberitakan bahwa CEO Google, Larry Page pernah bertemu dengan CEO WhatsApp dalam suatu acara. Pada waktu, Page merekomendasikan supaya Koum menampik pinangan Facebook. Ia berkata “Tetaplah berdiri sendiri, seperti yang selalu kau rencanakan. WhatsApp adalah ancaman besar untuk Facebook”.

Tetapi yang berlangsung malah berkebalikan, Koum malah pada akhirnya mengiyakan tawaran Facebook dan tidak menghiraukan apa yang disebutkan oleh Page. Koum menyebutkan bahwa keputusannya pilih Facebook terkecuali hubungan kerja yang ia nilai sangat mungkin, tetapi juga sedikit kecewa dengan statement Page supaya tidak terima tawaran Facebook.

Ia mengartikan kalimat Page seolah-olah argumen Google ingin beli WhatsApp bukan karena melihat potensi WhatsApp, tetapi lebih karena tidak ingin kalah saing dengan Facebook saja. Dari berita yang berhembus juga menyampaikan argumen Koum menampik Google karena tidak ada kesepakatan “kursi direksi” seperti yang di tawarkan Facebook.

55 Karyawan WhatsApp jadi Miliader Baru

Dengan nilai kontrak USD 19 miliar, tentu deretan pegawai WhatsApp saat ini seperti mendapat rezeki nomplok. Termasuk ke dua pendirinya, Jan Koum dan Brian Acton, masih ada 53 orang lagi yang saat ini menjalankan layanan WhatsApp.

Perincian nilai kontrak yang diberikan Facebook mencakup USD 12 miliar berbentuk saham Facebook, USD 4 miliar uang tunai, USD 3 miliar saham bagian yang akan diberikan pada seluruhnya karyawan WhatsApp.

Dari seluruhnya keseluruhan uang fantastis tersebut, setiap karyawan “hanya” akan terima 1% dari keseluruhan transaksi. Anda ketahui berapakah jumlah dari 1% tersebut? USD 160 juta atau setara Rp 1, 88 triliun! Tidak pelak saat ini telah nampak para miliader dadakan “buah cinta” Facebook dan WhatsApp. Luar biasa.

Berikut tadi beberapa kenyataan menarik perihal hubungan kerja akuisisi Facebook atas WhatsApp. Mudah-mudahan bisa jadi tambahan info yang berguna. Dan sebagai penutup berikut ini kami hidangkan suatu video kajian perihal fenomena Facebook – WhatsApp oleh suatu media asing.

Related Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *