zuckerberg
Facebook, Featured, Lainnya

Misi Mark Zuckerberg untuk Hancurkan Google Plus

0 275

IndonesiaFacebook– CEO Facebook Mark Zuckerberg memang dikenal publik sebagai pribadi kalem. Namun di balik itu, Zuck juga seorang ambisius. Salah satunya tampak pada tekadnya menjadikan Facebook sebagai jejaring sosial nomor satu di dunia, menggilas para rivalnya.

Hal ini terungkap dari penuturan mantan karyawan Facebook Antonio Garcia Martinez, melalui bukunya yang berjudul ‘Chaos Monkeys: Obscene Fortune and Random Failure in Silicon Valley’.

Martinez mengungkapkan bagaimana pria yang akrab disapa Zuck tersebut bersumpah untuk menghancurkan Google Plus, jejaring sosial milik Google pada 2011.

Penulis menambahkan, peluncuran Google Plus pada Juni 2011 dianggap Zuck sebagai hantaman bom bagi Facebook.

“Zuck menyamakannya seperti ancaman Soviet yang menaruh nuklir di Kuba pada 1962.” Demikian salah satu kutipan dalam buku tersebut yang dipublikasikan Vanity Fair.

Martinez mengatakan, di awal perkembangan Facebook, Google meremehkan jejaring sosial yang dibuat Zuck tersebut.

Dominasi pencarian Google membuat raksasa internet tersebut merasa jemawa. Namun anggapan tersebut berubah, ketika Google melihat satu per satu karyawan berbakatnya — yang disebut Googler — hijrah ke Facebook.

“Google mulai membuat kebijakan, Googler yang ditawari pindah ke Facebook akan diberi penawaran yang berlipat kali lebih menarik. Namun kebijakan ini tak menghentikan lebih banyak Googler pindah ke Facebook,” tulis Martinez.

Ketika akhirnya punya Google Plus, Google memegang kunci kelemahan dan kekuatan Facebook di tangannya, karena orang-orang yang membangun Facebook pernah bekerja untuknya. Martinez memberi catatan, Google Plus terlihat lebih baik dalam hal tertentu yang tidak dimiliki Facebook.

“Dengan mendaftar Google Plus, secara otomatis memberikan Anda akses ke pengalaman seluruh layanan Google. Potensi pertumbuhannya sangat nyata,” kata Martinez.

Kondisi kemudian berbalik. Khawatir Google akan mengambil alih Facebook dengan kekuatan mesin pencarian dan seluruh layanannya, Zuck mendeklarasikan tekadnya menghancurkan Google Plus. Zuck menyebutnya ‘lockdown‘.

Lockdown adalah pernyataan perang, diibaratkan dengan kondisi ketika tidak seorang pun bisa meninggalkan gedung, sementara Facebook berupaya menghalau ancaman, baik secara kompetitif maupun teknis,” terang Martinez.

Pernyataan ini diungkapkan Zuck secara terang-terangan tepat di hari pertama ketika Google Plus diluncurkan.

“Kalian tahu, salah satu orator Romawi favorit saya selalu mengakhiri pidatonya dengan ‘Carthago delenda est‘. (Artinya) Carthago harus dihancurkan. Saya berpikir tentang itu sekarang,” demikian Martinez mengutip ucapan Zuck dalam pidato ‘lockdown‘ yang disampaikannya. Bagi Zuck, Carthage adalah Google Plus.

Related Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *