Menutup Akun Facebook 1 Minggu, Apa Yang Terjadi
Facebook, Lainnya

Menutup Akun Facebook 1 Minggu, Apa Yang Terjadi?

0 96

Menutup Akun Facebook 1 Minggu, Apa Yang Terjadi? – Saat perkembangan trend media sosial Facebook semakin cepat, sudah barang pasti akan membawa dua segi efek yang sama-sama bertentangan. Untuk yang bijak memakai maka akan rasakan manfaat yang sangat besar, tetapi untuk mereka yang lupa dan terbuai maka mereka akan terbenam dalam ilusi bersosialisasi yang tidak riil dan bisa juga merugikan.

Mungkin saja beberapa dari rekan-rekan berpikir apa yang saya katakan terlampau lebai dan terlalu berlebih. Tetapi cobalah tanyakan dalam diri Anda sendiri, secara jujur dari dalam hati kecil, apakah pernah suatu saat hidup Anda merasa lebih jelek dan tidak bahagia sesudah terhubung account Facebook? Bila saya pribadi, jawabannya Ya..! bahkan dalam beberapa keadaan, selepas terhubung teras Facebook semangat saya malah semakin lemah dan melihat beberapa hal jadi tidak mudah dalam kehidupan saya.

Apakah Anda juga? Bila iya, bisa jadi rekan-rekan telah terserang syndrome tidak bahagia yang dikarenakan terhubung media sosial Facebook secara salah. Saya berikan tanpa ada tidak tipis, karena pada intinya memanglah tidak ada yang salah dari layanan Facebook bila kita faham bagaimana memakainya dengan pas dan bijak. Pada artikel kesempatan ini kita akan mengulas perihal fenomena ini secara ringkas.

situs taruhan sepakbola dan casino

situs taruhan sepakbola dan casino

Sebagai dasar dari fenomena tersebut, ada suatu riset yang tunjukkan dampak dari akses media sosial Facebook. Riset tersebut dilakukan oleh suatu instansi berdiri sendiri dari Copenhagen, Denmark bernama Happiness Research Institute. Maksud intinya yaitu untuk melihat adakah dampak yang dirasa oleh orang yang berhenti terhubung account Facebook dalam periode waktu spesifik.

Dalam riset tersebut diikut sertakan 1095 orang yang dalam kesehariannya teratur terhubung media sosial garapan Mark Zukerberg tersebut. Kemudian, mereka dibagi jadi 2 grup dalam jumlah yang sama, satu grup disuruh untuk terus menjalankan kesibukan media sosial sedangkan grup ke-2 disuruh untuk meninggalkan kegiatan Facebook secara keseluruhan sepanjang kurun waktu satu minggu.

Sesudah waktu eksperimen selesai, seluruhnya object riset diberikan serangkain bertanya jawab berkenaan pergantian dalam kehidupan, baik perasaan sampai aktivitas sehari-hari. Dan hasilnya, nyatanya mereka yang berhenti memakai Facebook banyak yang merasa lebih bahagia dibanding grup yang terus memakai Facebook. Dalam parameter lain, tingkat kekhawatiran dalam diri grup yang terus terhubung Facebook nyatanya semakin besar dari para mereka yang “cuti” main Facebook sepanjang 1 minggu.

Diluar itu, data lain juga membuka bahwa mereka yang tidak terhubung Facebook memiliki aktivitas bersosial secara segera, baik tatap muka ataupun lewat telephone yang lebih banyak. Hal tersebut di rasa lebih membuat nyaman daripada saat cuma “berbincang” secara on-line.

Berbagi Pengalaman Pribadi

Sedikit menceritakan pengalaman saya pribadi, sesudah membaca riset ini saya coba mempraktikannya. Walau tidak seutuhnya off dari Facebook, tetapi saya cobalah untuk tidak terhubung teras dan cuma memakai sarana Messenger (kepentingan pekerjaan).

Hasilnya memanglah sangat merasa, waktu yang umumnya saya butuhkan untuk duduk melihat teras Facebook ntah dalam beberapa menit saja, saat ini merasa tambah nyaman. Umumnya saya melihat ada beberapa hal terkait dengan pekerjaan yang membuat saya malah semakin tidak semangat. Bahkan sesudahnya saya cobalah hapus beberapa Page ataud Group Facebook yang sesungguhnya tidak saya butuhkan. Saat ini teras Facebook saya, merasa lebih “ringan”, karena saya cuma ikuti beberapa Page yang berisi motivasi dan ide. Hidup lebih indah dan tidak terganggu banyak info atau content yang malah membawa dampak jelek.

Mungkin saja saja hal semacam ini akan memberikan dampak berlainan bergantung dengan ciri-ciri dan kecenderungan kita dalam terhubung Facebook. Tetapi secara umum, saya berani menyampaikan bahwa memanglah ada pergantian saat saya tidak terhubung Facebook, sekurang-kurangnya untuk diri saya sendiri.
Hal yang Mendasari Ketidak bahagiaan Saat Terhubung Facebook

Menyambung riset yang dilakukan Happiness Research Institute, di uraikan juga beberapa hal yang diduga jadi pemicu kenapa akses Facebook memberikan dampak tidak bahagia untuk penggunanya.

Di sampaikan oleh CEO Happiness Research Institute Meik Wiking, bahwa aspek iri jadi satu diantara pemicu intinya. Pada masalah riil, sehari-hari kita disuguhi bermacam content baik dari rekan atau kenalan Facebook yang memposting beberapa hal mengasyikkan atau indah dalam kehidupan mereka. Lagi berlibur, beli gadget baru, bersama dengan rekan atau keluarga, sampai lagi diner romantis bersama pacar diakui atau tidak akan mempengaruh pemikiran dan hati pemakai Facebook lain yang tidak bisa mendapatkan beberapa hal tersebut.

“Facebook berisi berita bagus dari beberapa orang, sementara kita melihat keluar jendela dan ada awan mendung, ” ucap Wiking sebagai perumpamaan fenomena tersebut.

Terkecuali beberapa hal tersebut pasti masih beberapa hal lain yang bisa memberikan efek jelek secara psikologis saat seorang terhubung Facebook. Tetapi saya tekankan sekali lagi, seperti yang telah saya berikan diatas, pada intinya Facebook juga memiliki segudang manfaat bila kita bisa memakainya dengan bijak dan pas.

Artikel ini di buat untuk memberikan segi pandang lain pada fenomena perkembangan media sosial. Ketentuan akhir ada di tangan rekan-rekan seluruhnya. Karena mungkin saja saja ada yang sudah merasa bahagia dengan terhubung Facebook, atau beberapa yang lain sesudah ini akan mulai melakukan “penyaringan” supaya aktivitas media sosial bisa berjalan tambah nyaman.

Related Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *