Lainnya, Twitter

Apa yang Terjadi Jika Twitter Tidak Dibeli Perusahaan Lain

0 28

Indonesia-facebook.com – Sebelumnya, Twitter dikabarkan telah menarik perhatian beberapa perusahaan besar lain untuk membelinya. Akan tetapi sampai saat ini nyatanya tidak ada perusahaan yang mengajukan tawaran, bahkan beberapa kandidat kuat memilih untuk mundur.

Keadaan ini disebut beberapa analis akan berdampak tidak baik bagi situs microblogging tersebut. Diprediksi, perusahaan tersebut harus mulai melakukan langkah penting seperti restrukturisasi organisasi atau merumahkan sekitar 4.000 karyawan untuk mencegah masalah semakin besar.

Salah satu alasan mengapa hal itu diperlukan adalah karena Twitter telah menghabiskan uang dengan jumlah besar untuk pemasaran dan pengembangan produk dalam tahun terakhir ini.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaring pengguna baru. Sayangnya, upaya itu tidak berbuah manis.

Jumlah pertumbuhan pengguna Twitter berhenti di 300 juta pengguna bulanan aktif di tahun 2016.

Oleh karena itu, menurut profesor manajemen dari University Pennsylvania Wharton School David Hsu, pemutusan hubungan kerja besar-besaran bisa menjadi pilihan bagi perusahaan agar tidak merugi.

Bagaimana masa depan Twitter?

“Dibutuhkan jumlah staf yang ramping untuk mempertahankan inti bisnis Twitter sebagai platform iklan dan pesan,” ujarnya seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (22/10/2016). Meskipun keputusan itu membuat citra Twitter menjadi buruk, tapi terkadang hal itu perlu diambil.

Sebagai informasi, masa depan Twitter memang tengah dipertaruhkan dalam beberapa bulan terakhir ini. Bagaimana tidak, perusahaan besar seperti Google, Disney, dan Salesforce disebut-sebut menjadi garda terdepan pembelian perusahaan itu.

Namun pada akhirnya tidak ada perusahaan yang benar-benar melakukan penawaran. Padahal, kondisi perusahaan itu tengah berada dalam kondisi yang tidak begitu baik. Salah satunya penyebabnya adalah pendapatan Twitter yang tumbuh sangat lambat. 

Lalu, bagaimana nasib Twitter selanjutnya? Sampai saat ini, hal itu masih diprediksi. Kemungkinan besar masa depan perusahaan yang kini dipimpin oleh Jack Dorsey itu baru akan diputuskan saat pemaparan kinerja perusahaan di kuartal ketiga 2016 pada 27 Oktober mendatang.

Related Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *